Jutaan orang di seluruh dunia telah beralih ke platform digital untuk menemukan calon pasangan romantis, apalagi sejak pandemi.

Mencari pasangan pada situs kencan, aplikasi seluler, dan platform jejaring sosial, harus berhati-hati karena banyak sekali penipu yang hanya menginginkan uang kita.

Biasanya penipu membuat akun dengan profil palsu, kemudian menarget kontak di situs media sosial populer, seperti Facebook dan Instagram untuk membangun hubungan saling percaya dan memanipulasi korban.

Korban akan kehilangan waktu dan uang serta dapat menderita efek psikologis yang berkepanjangan yang dapat membahayakan hubungan romantis nantinya.

 

Tanda-tanda Penipu Asmara sebagai Scammer 

Orang yang kita temui saat online sepertinya cocok.

Mereka bahkan menyatakan perasaan yang kuat hanya setelah beberapa interaksi.

Penipu akan membuat rencana untuk bertemu dengan kita secara langsung dan bahkan mungkin mengusulkan pernikahan tetapi mereka tidak akan pernah benar-benar menikahi kita.

Mereka akan sering meminta target untuk segera beralih dari platform atau aplikasi kencan yang kemudian saling bertukar pesan sampai melakukan panggilan suara dengan korban.

Begitu mereka mendapatkan kepercayaan kita (bisa memakan waktu berbulan-bulan), mereka mulai mengarang cerita dan meminta uang.

Mungkin hal-hal kecil pada awalnya, seperti membayar tagihan listrik dan memperbaiki mobil, tetapi scammers akhirnya mulai meminta kita untuk membayar tagihan medis, visa dan dokumen perjalanan lainnya.

Mereka kebanyakan menggunakan transfer atau voucher yang telah menjadi bentuk pembayaran yang nyaman dan sulit untuk dilacak.

Penting untuk diingat bahwa scammer tidak akan pernah kehabisan alasan mengapa dia tidak bisa bertemu.

Jika merasa curiga akan permintaannya, mulailah untuk menolak permintaannya, kemudian kita akan menemukan keanehan akan perlakuannya, entah dari yang biasanya menjawab pesan cepat menjadi lambat atau bahkan langsung memblokir kita dan memutuskan komunikasi.

Beruntung kalau dia langsung memutuskan kontak, mengapa?

Karena, ada yang lebih bahaya, seperti, dia mulai mengancam untuk mengekspos informasi sensitif dan rahasia yang kita bagikan secara bebas dengannya atau mencuri informasi pribadi kita untuk melakukan penipuan.

Pengguna yang menggunakan aplikasi kencan juga menjadi sasaran penipu yang berspesialisasi dalam penipuan investasi.

Jadi, setelah menjalin hubungan palsu dengan korban, scammer akan membagikan tips investasi, mendorong target untuk membuka akun di berbagai aplikasi perdagangan.

 

7 Tips Melindungi Info Pribadi dan Keuangan Kita dari Scammer

Penipu asmara telah merugikan korban ratusan juta dolar setiap tahun.

Cara terbaik untuk melindungi diri kita adalah dengan perhatikan keamanan cyber, tetap waspada, dan perlakukan setiap interaksi romantis baru dengan hati-hati:

  • Bangun hubungan secara perlahan, banyak perhatikan ketidakkonsistenan dan periksa apakah foto profil asli/palsu.

Gunakan fitur pencarian berdasarkan gambar Google yang memungkinkan kita mengunggah gambar atau URL apa pun untuk memeriksa apakah itu penipu.

  • Putuskan kontak jika dirasa mulai melihat perilaku yang mencurigakan
  • Laporkan profil penipu di situs kencan atau platform media sosial
  • Jangan mengungkapkan informasi pribadi atau sensitif pada profil kencan kita yang mengungkapkan banyak informasi pribadi, hal ini dapat membuat kita rentan karena dapat membantu scammer membangun profil psikologis dan memilih kita sebagai target.

Jangan berikan tautan ke profil media sosial lain seperti LinkedIn, karena itu juga dapat membantu scammer dalam usahanya menipu kita

Berbagi berlebihan di dunia digital adalah alasan utama mengapa individu menjadi korban penipuan, penipuan dan peniruan identitas.

Memposting secara bertanggung jawab dan tidak mengungkapkan terlalu banyak informasi sangat penting dalam menjaga persona online kita.

Maka dari itu, yuk batasi upload sesuiatu yang bersifat pribadi dan sensitif di media sosial kita!