Pada masa lock down pemerintah Inggris membantu anak-anak dengan memberikan laptop untuk memudahkan mereka sekolah online.

Pemerintah Inggris menerima laporan bahwa laptop yang disebarluaskan tersebut telah terinfeksi malware dan terhubung ke server di Rusia.
Masalah tersebut lalu dilaporkan oleh staf sekolah di Bradford, yang menulis di forum IT online.
Penyelidikan sedang dilakukan untuk menentukan berapa banyak laptop yang terpengaruh, dari mana asalnya, dan apakah sudah ada di tangan siswa.
Department for Education (DfE) juga mengkonfirmasi bahwa tim TI mereka telah menghubungi orang yang melaporkan masalah tersebut.
Seorang juru bicara mengatakan bahwa kurang dari 10 sekolah telah melaporkan masalah tersebut, lalu mengklaim semua laptop dengan dilengkapi software antivirus yang sudah terpasang, dan dapat menetralkan virus.
Diduga, malware sudah terdeteksi dan dihapus pada saat sekolah menyalakan laptop pertama kali.
Pemerintah Inggris mengatakan bahwa akan menangani keselamatan dan keamanan online dengan serius, serta akan terus memantau setiap laporan malware lebih lanjut.
Setiap sekolah yang mungkin memiliki masalah, harus menghubungi Departemen Pendidikan.
Karena beberapa anak di Inggris tidak memiliki komputer, Pemerintah Inggris berupaya untuk menyediakan 1,3 juta laptop untuk sekolah online.
Namun rencana tersebut tertunda cukup lama dan mendapat kritik terus menerus dari para pemimpin sekolah.
Penundaan lebih lanjut bisa terjadi karena staf IT sekolah melipatgandakan upaya untuk memeriksa kerentanan virus sebelum mereka mendistribusikan laptop kepada siswa.
Situs Daily Telegraph menyatakan bahwa sekitar 10% dari laptop yang diterima sekolah – sekolah tersebut ditemukan sudah terkontaminasi oleh virus.
Sejumlah laptop baru terinfeksi oleh network worm lalu menyebar dengan sendirinya (Gamarue.I).
Network worm ini sepertinya terhubung ke server Rusia dan dirancang otomatis aktif saat laptop dinyalakan.
Menurut Microsoft pada tahun 2012, Gamarue.I diidentifikasi sebagai worm yang mampu mengunduh file ke PC.

Menghindari Adanya Malware pada Laptop Baru
Untuk setiap laptop/PC/Mac baru, gunakan Bitdefender karena sudah memiliki Anti-Exploit.
Anti Exploit Bitdefender dapat melindungi memori dan aplikasi yang rentan seperti browser, document readers, file media, dan runtime (contohnya. Flash dan Java).
Teknologi Anti Exploit Bitdefender ini juga memiliki mekanisme lanjutan yang berfungsi untuk mengawasi rutinitas akses memori untuk mendeteksi dan memblokir teknik eksploitasi seperti API verification, stack pivot dan Return Oriented Programming (ROP).
Feature Anti Exploit ini ada di semua produk korporasi Bitdefender, Gravityzone.
Recent Comments