Dengan menggunakan banyak “topi”, peretas keamanan profesional akan bangkit dan mencatat sejarah, yang sebagian besar tak terhitung, dari peretas biasa menjadi profesional.

Melalui karya seminal ini, peneliti Matt Goerzen dan Gabriella Coleman berkolaborasi untuk memetakan pergerakan digital bawah tanah dari tahun 1990-an.
Ini dilakukan untuk mengungkapkan apa yang dilakukan oleh teknologi bawah tanah atau “peretas”, secara teknis, bahasa, dan budaya untuk menetapkan legitimasi mereka sebagai ahli keamanan yang dapat dipekerjakan dan dapat dipercaya.
Selama Satu Dekade, Peretas Keamanan Mampu Melegitimasi Tempat Profesional Mereka di Masyarakat dengan Melakukan 2 Upaya ini:
- Menegosiasikan praktik penelitian keamanan dan pengungkapan penuh di mana peretas dan teknologi secara terbuka mempublikasikan kerentanan keamanan
- Mengkonfigurasi ulang citra mereka melalui kombinasi aksi PR, kolaborasi media dan intervensi retoris yang memunculkan adopsi oleh peretas topi imajiner (hitam, putih, dan abu-abu) yang menyatakan tingkat kesediaan seseorang untuk bekerja di dalam atau di luar hukum.
Kedua upaya tersebut terbukti cukup dalam mengubah subkultur pinggiran bawah tanah menjadi tenaga kerja yang berpikiran keamanan yang anggotanya sekarang diakui sebagai pakar keamanan yang dapat dipercaya dan menjadi pegawai pemerintah dan perusahaan yang sah.
Berdasarkan banyaknya wawancara dan analisis yang dilakukan pakar data arsip, Goerzen dan Coleman mengumpulkan data tentang sejarah bawah tanah digital yang sebelumnya (kebanyakan) tak terhitung pada tahun 1990-an.
Tidak hanya mengungkapkan periode transformatif di mana peretas beralih dari risiko keamanan ke profesional keamanan,
Tetapi, juga memberikan wawasan tentang berapa banyak peretas digital yang menjadi pendukung secara terang-terangan dari keamanan komputer dan kepentingan umum; meskipun dicirikan oleh pemerintah, perusahaan swasta, dan media sebagai anarkis dan penjahat.
Dengan melakukan itu, peretas menjadi dasar kristalisasi visi tentang apa arti “keamanan komputer”, beberapa berperan penting dalam mendefinisikan dan merintis protokol keamanan inti seperti program bug bounty.
Di samping proses teknis penemuan kerentanan; audit sistem dan proses rekayasa berorientasi pada keamanan, visi keamanan komputer dan melibatkan mekanisme sosial untuk berbagi informasi, penetapan agenda dan kebijakan, bersama praktik tersebut, juga menginformasikan apa yang kita kenal sekarang sebagai keamanan siber.
Meskipun peran peretas menjadi profesional dengan aman, namun klasifikasi antara peretas (sebagai topi hitam, putih dan abu-abu) mampu menutupi negosiasi yang sedang berlangsung seputar komitmen etis dalam keamanan komputer, serta mmenciptakan perdebatan terbuka tentang apa yang dianggap sebagai keamanan untuk siapa dan dari apa.
Ternyata, profesionalisasi peretas tahun 1990-an telah menyiapkan panggung untuk periode perjuangan berikutnya atas konsep keamanan di dunia modern.
Recent Comments