Sepertinya tahun ini akan ditutup dengan pecah rekor kebocoran data deh.
Sudah lebih dari 16 milyar data bocor,
80% disebabkan oleh serangan brute-force dan pencurian credential, bukan cuma sekedar karena menaruh data di cloud.
GDPR
Di Indonesia, banyak orang takut menggunakan cloud, mereka lebih memilih menggunakan on premise.
Alasan mereka adalah takut data mereka bocor.
Bitdefender, karena berasal dari Eropa, sudah memenuhi persyaratan GDPR (General Data Protection Regulation), lho.
Sejauh ini, benua yang sudah menerapkan GDPR, baru Eropa

Apa yang Berubah pada Ransomware dan Kebocoran Data Dibanding Tahun Lalu?
Phishing melonjak tinggi dan social-engineering menipu banyak pengguna internet sejak pandemi Corona.
Banyak orang yang bekerja dari rumah, keamanan cyber belum dan kurang diperhatikan.
Dulu, ransomware minta tebusan, jika tidak diberikan, data tersebut hilang.
Sekarang, ancaman mereka adalah kalau tidak ditebus, mereka akan mengambil data dan disebarluaskan.
Masalahnya, apakah setelah kita tebus, data benar – benar tidak disebarluaskan?
Oya, sekarang bahkan jika kita tidak membayar, mereka akan menelpon kita! Luar biasa.
Ransomware berarti kebocoran data!
Kampanye yang sering kali didengungkan adalah Jangan Bayar Tebusan karena hal tersebut sudah menjadi kejahatan cyber.
Tentu saja, kita harus memastikan sistem kita tidak bolong dan miliki data backup.

Pengganti Gandcrab
Gandcrab mendapatkan penghasilan cukup besar dari tebusan.
Sejak mereka berhenti menyebarkannya, REvil Sodin Sodinokibi ransomware merajalela.
Korban Sodin tidak sebanyak Gandcrab, tapi mereka melakukan ancaman seperti yang saya tuliskan di atas: tidak bayar, data disebar.


Kebal terhadap Ransomware?
Sering kali orang bilang, pakai Linux atau Mac aman, tidak akan kena ransomware.
Banyak lho, ransomware yang bisa menyebrang antar sistem operasi!
Yang terbaru, Tycoon, menyerang Windows dan Linux.
Juga EvilQuest di Mac.

Lebih baik mencegah daripada mengobati.
Walaupun tidak ada satu pun anti virus yang memberikan jaminan 100%, paling tidak Bitdefender sudah terbukti bisa menangani lebih dari 99% serangan.
Recent Comments