Reading Time: 2 minutes

 

Profesor di Universitas Stanford, Jeff Hancock mengatakan karyawan enggan mengakui kesalahan jika atasan menilai karyawan-nya terlalu keras.

Menurut penelitian, 88% kebocoran data disebabkan oleh kesalahan manusia yang dilakukan secara langsung.

Karyawan dengan usia kisaran 18 sampai 30 tahun mau mengakui kesalahan yang dapat membahayakan keamanan cyber, dibandingkan karyawan yang berusia di atas 51 tahun.

Profesor Hancock juga mengatakan bahwa hal ini terjadi karena pekerja muda lebih sadar bahwa mereka telah membuat kesalahan, sementara generasi yang lebih tua mementingkan prestasi diri dan rasa hormat di tempat kerja.

Para peneliti menyarankan kepada perusahaan untuk melakukan pelatihan keamanan untuk kelompok usia yang berbeda, supaya semua kelalaian karyawan terhadap keamanan cyber bisa diperkecil.

resiko perilaku manusia

Solusi Tambahan

Bitdefender dapat memberikan solusi tambahan untuk masalah di atas, yaitu dengan Bitdefender GravityZone. GravityZone on cloud memiliki fitur perlindungan manajemen resiko endpoint dan meningkatkan analisa resiko perilaku user.

Tim IT dapat memanfaatkan manajemen dan analisa resiko yang terintegrasi untuk terus menilai, memprioritaskan, dan mengatasi kesalahan konfigurasi dan kerentanan lainnya, termasuk hal yang dipicu oleh kesalahan karyawan.

 

 

Bitdefender dapat melindungi perusahaan kita dari spektrum yang penuh dengan ancaman cyber yang canggih. GravityZone memiliki lebih dari 30 teknologi keamanan yang berbasis machine learning dan menyediakan beberapa lapisan pertahanan yang secara konsisten mengungguli keamanan endpoint secara konvensional, seperti yang terbukti oleh para penguji independen, seperti AV Comparatives, AV Test, dan lain – lain.

 

Beberapa keuntungan yang akan kita dapatkan pada jika menggunakan Bitdefender GravityZone Risk Analytics:
  • Human Risk Analytics

Mengidentifikasi tindakan dan perilaku karyawan yang dapat menimbulkan risiko keamanan bagi perusahaan seperti:

  1. Menggunakan halaman web yang tidak terenkripsi
  2. Manajemen kata sandi yang buruk
  3. Penggunaan USB external storage yang sudah terinfeksi di dalam jaringan perusahaan
  4. Infeksi pada sistem yang terjadi berulang kali.

Dengan menempatkan elemen manusia di tengah analisis risiko dan strategi manajemen, policy perusahaan kita menjadi lebih sulit untuk dilanggar dan kelalaian karyawan bisa diperkecil.

 

  • Risk Management and Analytics

Fitur ini dapat terus memindai endpoint kita baik berupa kesalahan konfigurasi, maupun kerentanan aplikasi. Endpoint Risk Analytics juga membuat rekomendasi berdasar prioritas dan cara perbaikan. Analisa ini membantu pengendalian resiko dan mengurangi serangan pada sistem yang berlubang.